Pejabat Inggris: Ketika Pemerkosaan Tak Terhindarkan, Berbaring dan Nikmati Saja

Category : aneh, Unik/Aneh
Pejabat Inggris: Ketika Pemerkosaan Tak Terhindarkan, Berbaring dan Nikmati Sajaby Adminon.Pejabat Inggris: Ketika Pemerkosaan Tak Terhindarkan, Berbaring dan Nikmati SajaBarbara Driver, mantan wali kota yang kini menjabat sebagai anggota dewan kota Cheltenham, di Inggris, memantik kemarahan di negeri itu setelah mengeluarkan komentar kontroversial tentang perkosaan. Dalam sebuah perdebatan tentang rencana pembangunan 30.000 perumahan di pada Rabu (9/4/2014), Drive mengatakan “Ketika pemerkosaan tidak terhindarkan, berbaring dan nikmati saja.” Drive belakangan meminta maaf secara terbuka atas […]

Barbara Driver, mantan wali kota yang kini menjabat sebagai anggota dewan kota Cheltenham, di Inggris, memantik kemarahan di negeri itu setelah mengeluarkan komentar kontroversial tentang perkosaan.

Ketika+Pemerkosaan+Tak+Terhindarkan,+Berbaring+dan+Nikmati+Saja Pejabat Inggris: Ketika Pemerkosaan Tak Terhindarkan, Berbaring dan Nikmati Saja

Dalam sebuah perdebatan tentang rencana pembangunan 30.000 perumahan di pada Rabu (9/4/2014), Drive mengatakan “Ketika pemerkosaan tidak terhindarkan, berbaring dan nikmati saja.”

Drive belakangan meminta maaf secara terbuka atas komentarnya itu.

“Saya sungguh-sungguh minta maaf dan berharap untuk menyampaikan permohonan maaf saya secara terbuka melalu surat ini,” demikian isi surat permintaan maaf dari Drive.

Meski demikian, dia tidak luput dari kecaman. Rekan-rekannya di dewan kota dan aktivis perempuan lokal menilai dia sudah melewati batas.

“Dia merendahkan dirinya sendiri dan dewan. Komentarnya sangat mengerikan, apalagi disampaikan dalam rapat tentang perumahan,” kata Peter Jeffries, rekan Drive di dewan kota.

Sementara bagi Karen Clarke, anggota organisasi Gloucestershire Rape and Sexual Abuse Center (GRASAC), komentar Barbara sangat mengejutkan dan patut disesalkan.

“Pemerkosaan punya dampak yang sangat menghancurkan dan tidak mungkin seseorang bisa menikmatinya,” kecam Clarke.

“Seseorang yang berada dalam kekuasaan seharusnya tahu lebih baik. Permintaan maaf tidak cukup,” tegas Clarke. (BBC/ Huffington Post)

Sumber : Suara.com

Related Posts